MERANGKUM MATERI PAMERAN

                                                MERANGKUM MATERI PAMERAN


1. PENGERTIAN PAMERAN
2. TUJUAN PAMERAN
3. MANFAAT PAMERAN
4. FUNGSI PAMERAN
5. JENIS-JENIS PAMERAN
6. UNSUR-UNSUR PAMERAN
7. ORGANISASI KERJA PAMERAN
8. MERENCANAKAN PAMERAN
9. PERSIAPAN PAMERAN
10. PELAKSANAAN PAMERAN
11. EVALUASI PELAKSANAAN PAMERAN
12. PROPOSAL PAMERAN



1. PENGERTIAN PAMERAN

            Pameran merupakan suatu kegiatan yang penyajian karya seni rupa dikomunikasikan      sehingga dapat diapresiasi oleh banyak masyarakat. Pameran ini juga merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah ide atau gagasan kepada masyarakat luas yang melalui sebuah media karya seni.


Dalam kegiatan ini diharapkan dapat terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh masing masing karya seninya dengan apresiasi. Penyelenggaraan pameran yang terdapat disekolah menyajikan sebuah materi pameran yang berisi hasil belajar siswa dari kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler atau menyajikan karya seni rupa dan seniman profesional yang dapat diapresiasi oleh warga sekolah.
     Pameran Karya Seni Rupa adalah kegiatan yang dilakukan oleh para seniman baik itu perorangan ataupun kelompok untuk menyampaikan ide gagasan pada masyarakat melalui media seni rupa sehingga pameran tersebut dapat menjadi alat komunikasi antara seniman dengan sang apresiator.
Pengertian Menurut Para Ahli
1. WIKIPEDIA
              Menurut wikipedia, pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa agar bisa diapresiasi oleh masyarakat luas. Contohnya, show, pekan raya, bazar, pasar murah, exhibition, dsb.
2. B. MYERS
       Menurut B Myers pameran merupakan aktivitas menggunakan suatu ruangan untuk memamerkan hasil karya seni seperti lukisan, cetakan, ukiran, foto, ataupun karya seniman lainnya.
3. ADI IRWANTO
                Menurut Adi Irwanto, pameran adalah cara untuk menyajikan hail karya seni baik itu karya seni dua dimensi atau pun tiga dimensi secara visual.

2. TUJUAN PAMERAN
Ada beberapa tujuan diadakannya pemeran, diantaranya:
  1. Tujuan sosial memiliki arti yaitu kegiatan pameran seni rupa baik dalam skala besar maupun dalam skala yang terbatas di sekolah tersebut.Karya seni yang dipamerkan dapat digunakan untuk kepentingan sosial.
  2. Tujuan kemanusiaan berbeda dengan tujuan kemanusiaan kegiatan pameran.Kegiatan ini memiliki tujuan untuk kepentingan pembinaan nilai-nilai, pelestarian, dan pengembangan sebuah hasil dari karya seni yang dimiliki oleh masyarakat.
  3. Apabila pameran bertujuan untuk sosial kemanusiaan, maka dana dari hasil penjualan karya akan digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti sumbang ke panti asuhan, ataupun masyarakat kurang mampu serta korban bencana alam.
  4. Tujuan komersialTujuan komersial pameran ini berkaitan dengan adanya kegiatan yang dapat menghasilkan profit atau keuntungan terutama bagi seniman dan juga penyelenggara-penyelenggara pameran.
  5. Berkaitan dengan tujuan komersial, sebuah kegiatan pameran akan diselenggarakan dengan tujuan agar karya yang dipamerkan akan laku terjual dan akan mendatangkan keuntungan bagi si pemilik karya atau bagi si penyelenggara pameran.
3. FUNGSI PAMERAN
Pameran karya seni rupa memiliki berbagai fungsi sosial bagi masyarakat, diantaranya:
1. Sebagai sarana edukasi
       yakni pameran berfungsi mendidik siswa untuk mengetahui pentingnya pengalaman batin yang berguna untuk menyeimbangkan kegiatan akal dan pikiran manusia.
2. Sebagai sarana apresiasi
         yakni Pameran tersebut diadakan berfungsi untuk mengeluarkan ide gagasan pencipta yang kemudian para pengunjung akan memberikan apresiasi atau memberi penilaian terhadap karya seni yang mereka buat, proses apresiasi dapat dibedakankan menjadi 2 yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.
3. Sebagai sarana prestasi
        yakni pameran dapat menjadi ajang kompetisi bagi para pencipta seni, karena melalui karya seni kita akan tahu setinggi apa keaktifan dan kreativitas pencipta seni dalam membuat karya.
4. Sebagai sarana rekreasi
        yakni Pameran dapat berfungsi sebagai tempat untuk merilekskan pikiran dan menghilangkan kejenuhan atas  kegiatan atau rutinitas sehari-hari baik itu sekolah, kerja atau sebagainya yang banyak menguras energi dan pikiran.

5. JENIS-JENIS PAMERAN
  • Menurut Jumlah Pesertanya

  1. Pameran tunggal,Merupakan pameran seni rupa yang hanya diselenggarakan secara individual (perorangan).
  2. Pamoran kelompok/bersama,Marupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh baberapa saniman/pengrajin. Materi yang dipamerkan pada pameran bersama marupakan karya-karya lebih dari satu seniman. Biaya Pameran ditanggung oleh seniman yang bersangkutan.
                Peminjaman gedung dilakukan dengan cara mangajukan parmohonan disertai proposal kepada galeri tempat berlangsungnya pameran. Selanjutnya pormohonan tersebut akan dipertimbangkan oleh kurator. Fasilitas pokok yang disediakan gedung pameran biasanya berupa panel, lampu, bantuan teknis tata pameran, dan fasilitas keamanan. Penyalanggaraan pameran dapat dilangsungkan antara 1 minggu sampai 3 minggu.

  • Menurut Sifatnya

  1. Pameran Insidental, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara berkala yang didasarkan atas kebutuhan yang ada, misalnya: pameran kaligrafi guna menyongsong perayaan Isro’ Mi’raj.
  2. Pameran rutin, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan pada periode tertentu secara tetap dan berkelanjutan, misalnya: pentas seni yang dilakukan setiap akhir semester.
  3. Pameran permanen, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara terbuka, tetap dan terus menerus.

  • Menurut Ragam Jenis Karya yang Digelar

  1. Pameran homogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan berbagai jenis karya seni rupa.
  2. Pameran heterogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan satu jenis karya seni rupa yang seragam.

  • Menurut Tempat Berlangsungnya

  1. Pamaran terbuka, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di luar ruangan secara tarbuka.
  2. Pameran tertutup, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di dalam ruangan suatu gedung.
  3. Pameran bergerak, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan menggunakan alat yang bergerak, seperti kendaraan/ mobil.

  • Menurut Jenis Dimensi Karya Seni Rupa

  1. Pameran karya seni rupa dua dimensi. Pameran yang hanya menyajikan karya seni rupa pada bidang datar seperti gambar, lukisan, seni grafis. Karya ini hanya dapat dinikmati dari satu arah.
  2. Pameran karya seni rupa tiga dimensi. Pameran yang hanya menyajikan karya seni yang memiliki volume/kesan ruang yang sebenarnya, yaitu memiliki ukuran Panjang x lebar x tinggi. Karya seni ini dapat diamati dari berbagai arah.

6. UNSUR-UNSUR PAMERAN
         Dalam pameran seni rupa, terdapat unsur unsur pelengkapnya. Diantaranya:Karya seni rupa yang akan dipamerkan.
  • Panel atau sketsel, standart display atau box untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan.
  • Dekorasi sebagai perlengkapan untuk menyajikan karya seni agar terlihat lebih indah.
  • Sound system sebagai sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung pameran/apresiator.
  • Label karya yang digunakan untuk menulis identitas (judul, pecipta, teknik dan tahun penciptaan) dan ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan.
  • Katalog sebagai lembaran petunjuk yang berisi tentang penyelenggaraan pameran.
  • Buku tamu yang nantinya akan diisi oleh pengunjung pameran.
  • Buku pesan atau kesan, buku tersebut digunakan untuk mengetahui tanggapan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan atau bisa dibilang sebagai media komunikasi antara seniman dengan apresiator.
7. ORGANISASI KERJA PAMERAN

A. Susunan Kepanitiaan Pameran
1)        Ketua Panitia
Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua dalam pelaksanaan tugasnya harus dapat berkomunikasi, bekerja sama dengan baik, dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung dan menyukseskan kegiatan pameran. Seorang ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

2)      Wakil Ketua
Secara umum tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti ketua atau melaksanakan tugas ketua, apabila ketua berhalangan. Seorang wakil ketua harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

3)      Sekretaris
Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi diantaranya adalah menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-surat pemberitahuan kepada kepala sekolah, orang tua, kepada dinas terkait, apabila pergelaran tersebut akan dilangsungkan di sekolah. Sedangkan apabila pameran tersebut akan diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat izin dan dan pemberitahuan kepada instansi pemerintah yang berwewenang.
Tugas sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur. Selain itu, bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung. Sekretaris harus memiliki sikap jujur, tangung jawab, dan tertib karena tugas sekretaris sangat erat hubungannya dengan administrasi.

4)      Bendahara
Seorang bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara harus juga dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung. Bendahara harus memiliki sikap jujur, tanggung jawab, teliti, dan cermat dalam mengatur pengrluaran yang digunakan selama kegiatan berlangsung.


5)      Seksi-Seksi
Seksi-seksi dibentuk dalam rangka membantu tugas dan menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan. Pembentukan seksi-seksi bisa berkembang sesuai kebutuhan acara yang akan digelar. Seksi-seksi harus memiliki sikap jujur, bertangung jawab, dan disiplin dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Berikut merupakan contoh dari seksi-seksi

a)      Seksi Kesekretariatan
Seksi ini bertugas membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

b)      Seksi Sponsor
Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk mmencukupi biaya pameran.

c)      Seksi Publikasi dan Dokumentasi
Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya. Apabila dalam masalah pemberitahun tersebut ternyata memerlukan surat-surat izin dapat berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran.
Seksi publikasi juga bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir), dokumentasi pameran ini sangat penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.

d)      Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang
Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran. Seksi ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

e)      Seksi Stand
Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur (mengarahkan) pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran. Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

f)       Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya
Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

g)      Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain) yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.

h)      Seksi Keamanan
Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pameran khususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

i)        Seksi Konsumsi
Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan dan penutupan  pameran. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

j)        Seksi Kegiatan
Seksi kegiatan bertugas mengatur jadwal berlangsungnya acara dan bertangung jawab atas keberlangsungan acara.

k)      Seksi Humas(Hubungan Masyarakat)
Seksi ini bertugas mengurus segala perijinan dengan pihak terkait yang akan digunakan atau diminta bantuan dalam acara.



8. MERENCANAKAN PAMERAN

  1. Menentukan Tujuan. Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran.
  2. Menentukan Tema Pameran. 
  3. Menyusun Kepanitiaan. 
  4. Menentukan Waktu dan Tempat. 
  5. Menyusun Agenda Kegiatan. 
  6. Menyusun Proposal Kegiatan.


9. PERSIAPAN PAMERAN


        Setelah penyusunan rencana, maka langkah selanjutnya dalam menyelenggarakan pameran seni rupa adalah melakukan persiapan konkret. Persiapan-persiapan tersebut meliputi poin-poin dibawah ini.

Menyiapkan dan Memilih Karya

Mengundang perupa untuk berkarya sesuai dengan tema lalu memilih karya yang akan dipajang adalaha hal mutlak untuk pameran. Karena karya-karya tersebut adalah inti dari kegiatan pameran seni rupa. Pemilihan karya setelah karya dapat didasarkan terhadap kualitas, jenis karya yang memungkinkan didisplay di lokasi, dan kesesuaian karya terhadap tema pameran.

Menyiapkan Perlengkapan Pameran

Jangan lupa bahwa ini adalah tahapan persiapan, bukan hanya rencana lagi. Maka, secara konkret berbagai perlengkapan pameran sudah harus mulai disediakan. Perlengkapan tersebut meliputi:
  1. Ruangan pameran yang telah dipersiapkan untuk pelaksanaan pameran
  2. Sekat partisi (panel/panil), untuk menata karya berdasarkan jenis atau temanya, dapat digunakan sebagai pengatur aliran pengujung juga.
  3. Katalog pameran atau buku pameran yang berisi kuratorial atau teks pernyataan/gagasan kurator terhadap tema dan karya yang dipamerkan, gambar dan teks pernyataan/gagasan seniman terhadap karya yang diperlihatkan pada pameran.
  4. Buku tamu, untuk menampung data para pengunjung yang akan berguna sebagai laporan akhir dan evaluasi pameran.
  5. Pencahayaan, seperti lampu sorot untuk memperjelas penampilan karya-karya yang dipamerkan, lampu penerangan, lampu ambient, dsb.
  6. Poster, x-banner, brosur dan media penunjang display lainnya. Terkadang beberapa pameran juga biasanya menampilkan seni instalasi untuk mengganti penunjang display ini.

10. PELAKSANAAN PAMERAN

Ada beberapa catatan penting dalam proses pelaksanaan pameran yang harus diperhatikan ketika pameran sudah dilaksanakan.

Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan

Pelaksanaan pameran seni rupa adalah puncak dari implementasi rencana dan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan akan berjalan dengan baik bila seluruh panitia melakukan porsinya masing-masing dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat. Jangan sampai panitia tidak melaksanakan pekerjaannya, karena akan berdampak pada seluruh tim yang lain.

Penataan Ruang Pameran

Penataan dilakukan dengan mengikuti rancangan denah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran seni rupa adalah:
  1. karya yang memiliki hue warna kuat, tidak didekatkan dengan komposisi warna yang lebih rendah atau halus. Hal ini dimaksudkan agar karya dengan komposisi warna halus tidak terbandingkan terhadap warna yang lebih terang sehingga tampak lebih pucat.
  2. Karya yang memiliki komposisi warna ringan hendaknya tidak diletakan pada ruangan yang gelap, karena akan semakin memperlemah visual warnanya.
  3. Pencahayaan tidak boleh menyilaukan mata pengunjung.
  4. Pemasangan karya harus hampir sejajar dengan pandangan mata pengunjung, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, untuk meningkatkan kenyamanan pemandangnya.
  5. Jika pemasangan karya harus lebih tinggi dari pengunjung, maka condongkan karya kebawah, sehingga lebih mudah dilihat dari bawah.
  6. Letakan beberapa dekorasi penunjang lain seperti pot bunga, atau instalasi lain untuk membuat ruangan menjadi tampak lebih segar dan indah.
  7. Letakan karya 3 dimensi pada karya yang dapat diintari dari berbagai sudut pandang
  8. Kelompokan karya berdasarkan ukurannya.
  9. Perhatikan suhu ruangan, pastikan ventilasinya baik atau gunakan AC jika diperlukan.
  10. Sediakan tempat sampah, terutama ditempat tersedia kudapan (Cahyono, 2002).

Pembukaan Pameran

Pameran biasanya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang biasanya ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, kurator dan tokoh lain yang bersangkutan dengan acara. Pembukaan pameran adalah seremonial sekaligus pengukuhan bagi seluruh peserta pameran termasuk panitia, seniman dan pengunjung bahwa pameran telah dimulai dan dapat mulai dikunjungi oleh masyarakat luas.

Laporan Kegiatan Pameran

Laporan berisikan deskripsi yang sedetail mungkin mengenai seluruh kegiatan pameran dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pameran. Kegiatan pameran juga harus berisi kelemahan dalam penyelenggaraan pameran. Laporan berfungsi sebagai alat evaluasi kegiatan sehingga kelemahan dan kekurangannya dapat dipelajari untuk menyelenggarakan pameran yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
11. EVALUASI PELAKSANAAN PAMERAN
          Kegiatan pameran mulai dari Persiapan Pameran, Pelaksanaan Pameran sampai pada kegiatan akhir pameran adalah Evaluasi Pameran. Mulai dari pembentukan panitia, rapat perdana untuk membagi tugas masing-masing personil dalam kepanitiaan, dan juga sampai pada kegiatan pembuatan proposal  guna untuk bekal mencari dana untuk kegiatan (Persiapan Pameran), sampai pada gladi kotor, gladi bersih, pelaksanaan pameran, dan terakhir sampai pada evaluasi, semua harus dilalui satu persatu, tahap demi tahap, kegiatan pameran akan selesai juga.

Secara istilah bahwa yang dimaksud evaluasi adalah kegiatan melihat, memperhatikan, kemudian mengoreksi kembali dari prosesawal atau tahap 1, pelaksanaan pameran atau tahap 2, sampai tahap 3 atau tahap akhir kegiatan pameran. Apakah ada kesulitan, atau keganjalan, hambatan-hambatan apa yang sekiranya perlu diatasi pada kegiatan berikutnya. Dari hasil evaluasi tersebut tentunya akan didapat sebuah keuntungan-keuntungan diantaranya :
  1.  Dengan diadakannya evaluasi diharapkan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dibanding yang telah lalu. 
  2. Prediksi anggaran dapat diketahui dengan akurasi sekitar 90 persen. Data yang lalu akan memberikan informasi mengenai jumlah anggaran yang akan dikeluarkan nantinya.
  3. Evaluasi merupakan sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kegiatan sebuah pameran.

12. PROPOSAL PAMERAN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas  Mata Pelajaran Seni Budaya



                                   







Disusun oleh :
Muhammad Sidik
XI TP 3

SMK MUHAMMADIYAH 1 CILEUNGSI
2015




            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal Pameran Seni Lukis ini.
            Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan proposal ini. Proposal ini sebagai bentuk untuk menggambarkan rancangan kegiatan pameran seni rupa yang akan kami selenggarakan. Di dalam proposal ini kami memaparkan semua yang  berhubungan dengan penyelenggaraan pameran seni rupa.
Penulis berusaha sebaik mungkin dalam penyusunan proposal ini. Dan mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam penyusunan proposal ini, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.


29 , MEI 2015

Penulis










Cileungsi, 15 Februari 2015
                                                                  
Ketua




Arya wijaya saputra
Sekretaris




Ipan susandi

                                                         Menyetujui,

        
Guru Seni Budaya




Endang sawitri

                                   







D.       VISI DAN MISI
E.        MANFAAT
DAFTAR PUSTAKA





Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa-siswi dibidang seni, khususnya seni rupa serta untuk memenuhi salah satu tugas dalam pelajaran seni budaya. Potensi siswa dalam berorganisasi dipandang perlu untuk digali. Kreatifitas, kemampuan, dan bakat siswa di bidang seni juga perlu terus diasah, ditingkatkan, dan disalurkan dalam bentuk pameran. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka penulis selaku siswa kelas XI TP 3 SMK 1 Muhammadiyah cileungsi , ingin mengadakan kegiatan pameran seni lukis. Oleh karena itu, kami berharap bapak/ ibu guru dapat memberikan dukungan terhadap acara yang akan diadakan tersebut.
Pelaksanaan pembelajaran dalam pendidikan nasional juga berpusat pada peserta didik agar dapat: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenang­kan. Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dapat  mendukung  kegiatan pembelajaran secara formal. Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini siswa dapat mengembangkan potensi diri serta bakat yang dimiliki oleh siswa.





Hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini yakni penyelenggaraan edukasi karya seni lukis yang diikut sertakan oleh seluruh siswa kelas XI pada setiap akhir semester genap guna menunjukkan kreatifitas dan kerja sama siswa dalam berorganisasi serta sebagai tugas mata pelajaran seni budaya.

Kegiatan pameran yang kami laksanakan bertujuan sebagai berikut;
a)                  Ajang prestasi siswa di bidang seni, khususnya seni rupa.
b)                  Menanam kecintaan di bidang seni dan budaya.
           c)                    Meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang seni rupa.
           d)                 Meningkatkan kemampuan untuk mengapresiasi sebuah karya.
           e)                  Belajar berorganisasi dan melatih tanggung jawab secara nyata
1.      Visi
“Mewujudkan siswa yang berbudaya, mandiri, kreatif, inovatif dan memiliki skill di bidang seni.”
2.      Misi
Menciptakan sebuah pusat kegiatan siswa dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia  di bidang pendidikan melalui berbagai kegiatan seni.

F.    MANFAAT
1. Melalui kegiatan ini dapat memajukan dan mengembangkan SMA Negeri I Sungai Penuh khususnya di bidang Seni.
2. Peningkatan keterampilan, wawasan, pengetahuan dan kreatifitas siswa dalam menciptakan  dan mempelajari berbagai macam karya seni.


Pameran seni lukis yang akan kami laksanakan bertema “Melestarikan Seni Lukis”, dengan harapan pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan lebih luas mengenai seni lukis tetapi juga dapat melestarikannya dibidang seni rupa khususnya seni lukis.





Hari/Tanggal               : Minggu, 31 Maret 2015
Waktu                         : 08.00 s/d 15.00
Tempat                        : Kampus B SMK MUHAMMADIYAH 1 CILEUNGSI




·         Warga SMK 1 Muhammadiyah Cileungsi
·         Seniman
·         Pengamat/kritikus seni
·         Kolektor karya
·         Galeriawan/ Pengusaha Galeri Seni
·         Pelajar/ siswa SMP
·         Budayawan
·         Orang tua/wali siswa
·         Umum
Jenis karya yang akan ditampilkan dalam pameran karya seni rupa ini umumnya adalah lukisan karya Basuki Abdullah, S. Sudjojono, Affandi, dan Raden Saleh. Seni rupa yang dipamerkan nantinya berupa lukisan.



            Ruangan yang digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah yakni aula.




No.
SEKSI
PENGGUNAAN
 JUMLAH UANG
1
Dekorasi
Membeli bahan-bahan untuk mendekorasi ruang pameran
 Rp    1.000.000,00
2
Stand
Sewa tempat
 Rp         50.000,00
Antisipasi
 Rp         50.000,00
3
Publikasi
Penggandaan pamflet/selembaran
 Rp       100.000,00
Antisipasi
 Rp         50.000,00
4
Dokumentasi
Kertas foto
 Rp       200.000,00
Antisipasi
 Rp       150.000,00
5
Pengumpulan karya
Buffallo untuk pembuatan label brand, pigura, kertas HVS
 Rp       500.000,00
Tinta printer
 Rp       100.000,00
Antisipasi
 Rp         75.000,00
6
Kesekretariatan
Print out proposal
 Rp         20.000,00
7
Konsumsi
Makanan dan minuman untuk panitia
 Rp    1.200.000,00
Makanan dan minuman untuk tamu undangan
 Rp       500.000,00
8
Perlengkapan
Paku, triplek, dan gordeng
 Rp    1.000.000,00


Sewa Lukisan
 Rp    1.000.000,00


Jumlah
 Rp   5.995.000,00









# SUMBER DANA

WAKTU
KEGIATAN
KET
08.00-09.00
Sambutan dari Kepala Sekolah, Seniman, Guru Seni Budaya, dan Ketua Panitia

09.05
Gunting Pita secara resmi

09.10-11.45
Pameran digelar

11.46-12.30
Istirahat, shalat, dan makan

12.31-15.00
Pameran kembali digelar

15.05
Pameran ditutup





·        








Jumlah
Dana usaha panitia
500.000,00
Alumni
1.500.000,00
Dana BOS
1.500.000,00
Sponsor
2.500.000,00
Total
6.000.000,00









6.      SUSUNAN DAN TUGAS PANITIA
§  Ketua
Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua diharapkan dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul sejak perencanaan hingga pelaksanaan pameran.


§  Wakil Ketua
Tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti ketua atau melaksanakan tugas ketua, apabila ketua berhalangan.
§  Sekretaris
Tugas pokok sekretaris adalah menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-surat pemberitahuan kepada kepala sekolah, orang tua, kepada dinas terkait, apabila pergelaran tersebut akan dilangsungkan di sekolah.
§  Bendahara
Seorang bendahara bertanggung jawab tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara harus juga dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.
§  Seksi Kesekretariatan

Seksi ini bertugas membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

§  Seksi Usaha
Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran.

§  Seksi Publikasi dan Dokumentasi
Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.
Seksi publikasi juga bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir), dokumentasi pameran ini sangat penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.

§  Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang
Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran. Seksi ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.
§  Seksi Stand
Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur (mengarahkan) pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran.
§  Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya
Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.




§  Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain) yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya.
§  Seksi Keamanan
Tugas seksi keamanan diantaranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pameran khususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.
§  Seksi Konsumsi
Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.











Ketua                                      : Arya wijaya saputra
Wakil Ketua                            : Erik kurniawan
Sekretaris                                : Ipan Susandi
Bendahara                               : Ryhan Abdullah hanif
           
Seksi-Seksi                  :
1.      Pengumpulan Karya    : Nandar nugraha
-Aris edi purnomo
-Eri putra muhdi
-
2.      Dekorasi                      : Erik kurniawan
-Andry Sukmawandi
-Doni dwi setiawan
-Fikri izdahari
3.      Konsumsi                    : Karyadi
-Aldy zona priyadi
      -Andika
4.      Perlengkapan               : Sudira
-Prasetyo damar fauzi
-Sanin
5.      Kesekretariatan           : Yogi abdul kahfi
-Muhammad sidik
-Soni wicaksana






6.      Publikasi                      : Pauzi Krisdianto
-Ridky maulana sugianto
-Reza hardianto
-Rian setiawan

7.      Stand                           : Sulaeman (b)
-Restu dwi cahyono
-Suryadi ibrahim

8.      Dana Usaha                 : Randi Prayoga
9.      Keamanan                   : Ade Sunarya







WAKTU
KEGIATAN
KET
08.00-09.00
Sambutan dari Kepala Sekolah, Seniman, Guru Seni Budaya, dan Ketua Panitia

09.05
Gunting Pita secara resmi

09.10-11.45
Pameran digelar

11.46-12.30
Istirahat, shalat, dan makan

12.31-15.00
Pameran kembali digelar

15.05
Pameran ditutup






Demikian uraian proposal ini disusun dengan harapan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan pameran seni rupa di SMK MUHAMMADIYAH 1 CILEUNGSI
Terima kasih atas perhatian dan kesempatan untuk membaca proposal kami ini.
            Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati dan jika terdapat banyak kekeliruan dalam penyusunan proposal ini.
Sekali lagi ,kritik dan saran selalu kami terima dengan penuh bijaksana dan keseriusan dalam menanggapinya.

Akhir kata ,
Wassalamu’alaikum wr.wb.


Komentar

Posting Komentar