PAMERAN KARYA SENI RUPA

                                                     PAMERAN KARYA SENI RUPA

Halo teman-teman, selamat datang di situs blog saya! apakah kalian merupakan seorang yang artistik? atau kalian merupakan seorang penikmat keindahan? apakah kalian berniat menggeluti dunia seni rupa lebih dalam, pasca lulus sekolah nanti? Kalau kalian bukan termasuk ketiganya, mungkin kalian termasuk seorang penyuka fotografi? Yang tentu bakal cocok untuk kalian, karena pameran ini penuh dengan spot foto yang temtunya sangat artistik, dan sayang untuk dilewatkan! Kalau iya, berarti kalian wajib banget nih baca artikel satu ini. Pastinya informasi ini akan sangat berguna menambah wawasan kalian tentang pameran seni rupa itu sendiri. Penasaran seperti apa?
Yuk, langsung kita simak di bawah ini.

Apa Sih Seni Rupa Itu?

Kalian tau ga kalau istilah "Seni Rupa" mengacu pada bentuk seni yang dihasilkan untuk dinikmati nilai estetika dan keindahannya, bukan pada apa manfaatnya? Hal ini sering kontras dengan "Seni Terapan" dan "Kerajinan" yang secara tradisional dipandang sebagai untuk memnuhi fungsi kebutuhan umum.

1. Seni Rupa Dua Dimensi atau Dwimatra
            Seni rupa dua dimensi atau dwimatra adalah karya seni rupa yang berbentuk dua ukuran saja,   yaitu panjang serta lebar.

1. The Persistence Of Memory - Salvador Dali
 

 










Judul               : The Persistence of Memory
Karya              : Salvador Dali
Aliran              : Surealisme
Media              : Oil on Kanvas
Tahun              : 1931
Ukuran            : (24 cm x 33 cm)
Deskripsi 
Lukisan yang berjudul “The Persistence of Memory”, berukuran 24 cm x 33 cm merupakan karya Salvador Dali yang beraliran Surealisme dengan media cat minyak pada kanvas. Lukisan tersebut menunjukkan beberapa jam yang seolah olah meleleh, sedang menggantung di ranting pohon serta tergeletak di tanah dan di atas meja, ada pula jam yang seakan dikerumuni semut-semut hitam. Latar belakang atau backgroundnya digambarkan dengan pemandangan pantai dan tebing terjal di sisi kanannya. Secara keseluruhan ada 4 jam yang seolah olah mencair/meleleh dengan letak dan posisi yang berbeda, ada yang tergeletak di atas kain putih di atas tanah, ada yang tergeletak di atas sebuah meja kayu, ada yang tergantung di atas ranting pohon, ada pula yang tidak meleleh atau dalam keadaan utuh namun dalam keadaan dikerumuni semut-semut hitam. Lukisan ini didominasi dengan warna coklat, kuning, hitam, dan biru serta ada juga warna hijau pada tebing. Juga ada gambar seperti papan yang seperti kaca yang berwarna biru.
 
2. The Starry Night - Vincent Van Gogh













Judul               :The Starry Night
Karya              :Vincent Van Gogh
Aliran              : Neo Impresionism
Media              :Cat Minyak di Atas Kanvas
Tahun              :1889
Ukuran            : 73,7 x 92,1 cm
Deskripsi
Lukisan tersebut menggambarkan pusaran angin yang secara matematis sangat mirip dengan pola pusaran angin sebenarnya. Likisan ini mengekspresikan kegairahan yang tinggi sekaligus perasaan kesepian. Lukisan ini cenderung menggunakan warna warna gelap sesuai keadaan yang sepi. Starry night ini merupakan salah satu karya Vincent Van Gogh yang merupakan pelukis Belanda yang dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Lukisan ini juga merupakan lukisan terpanjang di museum of modern art, New York city. Van Gogh baru menjadi seniman sekitar tahun 1880 sebelum diakui dunia ia bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, dan bekerja sebagai guru. Ia melayani sebagai misionaris yang bekerja diwilayah pertambangan yang sangat miskin. Mulanya karya karyanya menggunakan warna warna yang suram, baru ketika diparis ia berjumpa denganimpresionisme dan neo-impresionisme yang warna warnanya lebih cerah dan gaya lukisanya dikembangkan menjadi sebuah gaya yang unik dan mudah dikenali. Gaya lukisanya mencapai tingkat perkembangan yang penuh ketika ia tinggal di Arles, Prancis. Namun ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresiseni oleh pakem impresionisme membuat ia beralih pada gaya ekspresionisme. 
3. Guernica - Pablo Picasso







Judul      : Guernica
Karya     : Pablo Picasso
Tahun     : 1937
Media     : cat minyak di atas kanvas
Ukuran : 349 cm x 776 cm
Lokasi    : Museo Reina Sofia, Madrid, Spanyol. 
Deskripsi
          Guernica adalah karya Pablo Picasso yang paling mempunyai kekuatan politis. Lukisan ini di kenal sebagai karya besar pada abad ke-20. Lukisan ini mencerminkan sebuah kejahatan dari pemboman di kota Guernica, spanyol. Picasso ingin menarik perhatian dunia terhadap betapa kebiadaban dalam pemboman yang di lakukan di kota tersebut. Spanyol saat itu sungguh terluka. Orang-orang dalam lukisan tersebut terlihat tragis dan menyedihkan. Terdapat beberapa elemen pada lukisan ini seperti banteng, kuda, seorang wanita dengan anaknya yang meninggal, tangan prajurit, dan beberapa objek tersembunyi. Lalu juga ada lampu di sana, yang melambangkan harapan, di antara objek-objek lain yang berserakan dan seperti berteriak kesakitan. 
4. Girl With Pearl Earring - Johannes vermeer 













Judul      : Girl With Pearl Earring
Karya     : Johannes Vermeer
Tahun     :1665

Media     : Oil On Kanvas
Ukuran   : 44,5 cm x 39 cm
Lokasi    :
Maurithuis, The Hague, Netherlands
Deskrpsi
lukisan karya Jan Vermeer dengan ukuran kurang dari setengah meter yang di buat pada tahun 1665 oleh pelukis belanda ini merupakan karya besar sang seniman. yang kini berada di galeri museum marutshuis di Hague sejak tahun 1902. bahan yang di gunakan adalah cat minyak dan kanvas, poin interestnya berada pada bentuk anting yang ada di telinga sang gadis, bentuk karya Jan Vameer ini realis dengan memperhatikan bentuk komposisi bentuk wajah sang gadis yang dilukis sedemikian rupa.

dilihat secara visual bentuk dari lukisan ini sangat representatif dengan apa yang ada dalam pikiran seniman yang kemudian di wujudkan dengan lukisan yang sangat cantik. mementingkan anting-anting mutiara yang dilukis hanya berupa pantulan cahaya mutiara yang terkena cahaya dengan background yang kontras dengan lukisan.sapuan garis semu dan sangat halus serta bidangnya yang cukup kecil untuk mengerjakan karya ini tidak menhilangkan sifat detil lukisa. warna-warna yang di gunakan cendrung hangat. dengan tekstur yang tampak sangat nyata.

lukisan yang berjudul "Gadis dengan Anting-Anting Mutiara" dengan background hitam menegaskan lukisan gadis beranting-anting mutiara menjadi lebih dominan. dengan warna yang lembut dan hangat yang berasal dari baju dan tudung kepala berwarna kuning ke orange menimbulkan kesan hangat dari skema warna yang halus, tudungnya yang biru menambah ketegasan dan kesan dingin yang di dapat. tarikan kuas pun terasa ringan dan halus tampak pada permainan efek bayangan, yang menjadi point of interest yang paling penting adalah anting-anting mutiara yang di lukisakan hanya dengan pantulan cahaya dari mutiara dan efek bayang-bayang semu berwarna gelap mengesankan berbayang ini merupakan point yang penting sesuai dengan judulnya gadi dengan anting-anting mutiara. keintiman pada pandangan hangat mata sang gadis yang dilukiskan sedemikian indah dan halus menambah hangat lukisan ini serta warna merah dengan efek highlight yang mengkilat seperti kesan basah membuat lukisan ini lebih intim ketika melihatnya.ciri khas dari karya Jan Vermeer adalah permainan efek cahaya dan high light pada objek, sehingga membuat titii pandang yang seimbang antara permainan warna latar dan di bagian anting. 

 5. Mona Lisa - Leonardo Da Vinci




















Judul      : Mona Lisa
Karya     : Leonardo Da Vinci
Tahun     :1503-1506, diperkirakan sampai 1507

Media     : Oil On Kanvas
Ukuran   : 77 cm x 53 cm
Lokasi    :
Musée du Louvre, Perancis

5. Lemon Girl - Nurul Uswatun Hasanah




















Judul      : Lemon Girl
Karya     : Nurul Uswatun Hasanah
Tahun     : 2019

Media     : Manila, brush pen, dan crayon
Ukuran   : 30x41


 Deskripsi
          Lukisan tersebut menggunakan teknik arsir, dengan menggunakan brush pen dan jugacrayon. Lukisan tersebut menggambarkan bahwa kita sebagai makhluk sosial harus bermanfaat bagi sesama, karena sebagai makhluk sosial yang tak luput dari berinteraksi pastinya kita akan memberi pengaruh kepada lingkungan sekitar.

6. Karya Kaligrafi
 







Nama   : Majid/zuhdi
Karya   : Mustafa Majid Aryal Az-Zuhdi
Tahun   : 1995 M
Letak    : Baghdad
Deskripsi

2. Seni Rupa Tiga Dimensi
           Seni rupa 3 dimensi, atau biasa kita sebut dengan Seni rupa 3D, merupakan seni rupa yang dibatasi dengan 3 sisi yaitu sisi panjang, sisi lebar dan tinggi atau dalam pengertiannya yaitu karya seni yang memilki volume dan ada di dalam sebuah ruang. Sedangkan seni rupa 2 dimensi hanya memiliki dua batas pada setiap sisinya, yaitu sisi panjang dan sisi lebar, yang menjadi pembeda antara seni rupa 3 dimensi dan 2 dimensi ada di unsur ruang tersebut.

Unsur-unsur yang ada di dalam seni rupa 3 dimensi:
  1. Mempunyai panjang, lebar, tinggi
  2. Menempati ruang
  3. Dan bisa dilihat dari segala sudut pandan 
1.The Thinker - Auguste Rodin




















Nama     : The Thinker
Karya     : August Rodin
Tahun     :1880, tetapi mulai dikenalkan pada tahun 1904

Teknik    : Pahat
Ukuran   :186 cm

Deskripsi
        Karya Auguste Rodin yang terbuat dari perunggu, menampilkan sosok seorang pria tanpa busana dalam posisi jongkok sambil berpangku tangan seperti sedang berpikir. Ikon ini sering digunakan sebagai sebuah imaji ilmu filsafat. The Thinker dengan tinggi 186cm, mulai dibuat tahun 1880 sebagai bagian dari karya Rodin yang lain yaitu The Gates of Hell, baru mulai diperkenalkan pada tahun 1904. 

2. Belajar Antre Kepada Semut
 







Artist : Krisna Murti
Year : 1996
Video Instalasi.
Ukuran : 400 x 800 cm.

 Deskripsi
      
           Karya instalasi “Belajar Antre Kepada Semut” (1996) ini memberi gambaran secara ironis, bagaimana makhluk-makhluk singa yang perkasa harus belajar pada semut untuk antre. Dalam konfigurasi bentukbentuk singa yang berjajar dengan televisi video di depannya, tersaji suasana yang absurd. Demikian juga karakter yang ditampilkan dari patung-patung singa yang terbuat dari anyaman dengan muka seperti topeng, dan rambutnya yang gimbal terurai, memberi citra yang kuat sebagai sosok-sosok anarkis dari dunia tradisional yang belum maju. Hal itu sangat kontras dengan televisi video yang masing-masing di depan singa, yang memberi kesan modern dan teknologis. Terlebih dalam video itu ditampilkan gambaran semut-semut yang sudah lebih berperadaban, karena mempunyai disiplin antre yang ketat.
Karya instalasi ini membuka wacana tentang perbenturan nilai-nilai tradisi dan modern. Karya ini juga memberi makna simbolis tentang bagaimana penguasa yang keras dan bersikap anarkis harus bisa belajar pada rakyat kecil yang lemah tetapi disiplinnya kuat. Krisna Murti merupakan salah satu perupa kontemporer Indonesia yang sangat dinamis dalam penjelajahan kreativitasnya lewat new media art.

3. Kehidupan I, II, III, dan IV
 














Artist : Marida Nasution
Year : 1997
Tipe/Kategori
Instalasi
Bahan/Material
Mixed Media
Size/Ukuran
Variabel Dimension
Deskripsi
       Karya seni grafis kontemporer ini menggambarkan kehidupan masyarakat pendatang (urban) di Jakarta, serta perenungan tentang makna keberadaan manusia-manusia itu di Jakarta. Teknik cetak saring (serigrafi) pada akrilik (plexiglass) sebanyak 30 buah, dan terdiri atas 4 bagian. Bagian pertama, 10 barisan akrilik gambar cetak saring "Tukang Jual Koran" dengan warna biru muda. Bagian kedua, 8 barisan akrilik gambar cetak saring "Wanita Penjual Jamu" dengan warna merah bronze. Bagian ketiga, 7 barisan akrilik gambar cetak saring "Tukang Asongan Minuman" dengan warna hijau muda. Bagian keempat, 5 barisan akrilik gambar cetak saring "Pengemis dengan Anak" berwarna kuning muda. 

4. Lingkaran
 


















Artist : Arsono
Year : 1995
Besi cor.
Ukuran : 40 x 63 cm.

Deskripsi
          Karya berjudul “Lingkaran” (1995) ini, merupakan ungkapan jiwa terdalam seniman yang dimunculkan sebagai penghayatan pada nilai-nilai murni dari suatu karakter bentuk. Pematung Arsono menghadirkan sosok masif bentuk lingkaran yang menyerupai bola padat tak berongga. Ekspresi kepadatan bentuk bola itu terbangun dari medium besi dengan karakter yang kuat. Warna yang berupa pamor gurat-gurat pijar api merujuk motif alam dengan sifat yang keras dan dramatis. Melihat idiom visual dan judul yang mengungkapkan makna secara denotatif, karya ini secara murni ingin mengungkapkan keindahan dan kekuatan bentuk. Karya demikian dapat dikatagorikan dalam gaya abstrak murni atau juga sering disebut sebagai gaya Formalisme.
Arsono adalah salah satu pematung lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang tumbuh
sesudah masa paradigma estetik kerakyatan mulai melemah. Bersama dengan beberapa seniman lain, ia menjadi pembuka jalan Formalisme dalam dunia patung modern Indonesia. Namun demikian, sebagaimana yang terjadi di belahan dunia nonBarat yang lain, maka Modernisme dan Formalisme di Indonesia masih diupayakan untuk diikatkan dengan nilai-nilai tradisi. Oleh karena itu, dalam karya ini dapat dilihat upaya seniman untuk memanfaatkan unsur-unsur bentuk tradisi seperti pamor keris sebagai unsur dalam bentuk patungnya. Upaya demikian merupakan pemanfaatan nilai-nilai lambang keadiluhungan tradisional, yang sebenarnya merupakan anomali dalam seni modern. Fakta demikian merupakan bentuk Modernisme yang lain seperti yang diungkap ahli seni Homi Baba.
Dengan latar belakang paradigma estetik ini, Arsono mengolah media logam dan karakternya sebagai manifestasi nilai spiritualitas yang bersumber dari nilai-nilai tradisi. Dalam karya ini dapat dilihat makna simbolis dari bentuk dasar lingkaran besi yang mempunyai esensi sebuah proses pencarian jati diri yang kuat tiada henti. Sebuah  energi yang terus berputar, tidak beruas,dan tidak terbatas. Sebuah manifestasi dari keinginan yang bulat dan mantap dalam meneliti proses dari mencari jiwa murni.

5. Finger pot
 
 

















Nama     : Finger Pot
Karya     : Nurul Uswatun Hasanah
Teknik    : Cor dan Cetak
Ukuran   : 20 x 20 cm
Tahun     : 2019

Deskripsi
        Warna hijau yang memberi kesan asri dan sejuk,membuat kawasan sekolah bernuansa teduh. Hal tersebut membuat para warga sekolah harusnya lebih perduli terhadap sekitar, yang seharusnya sudah menjadi kewajiban bersama untuk merawat lingkungan sekitar.

6. Walt Disney Concert Hall 
 


        









Nama      : Walt Disney Concert Hall
Artist      : Frank Gehry
Tahun     : 1987 - 2003
Letak      : 111 South Grand Avenue, Los Angeles, California, Amerika Serikat.
Design    : Arsitektur Kontemporer
Media     : Kayu, besi, corrugated wall selain bentuknya yang sangat avant garde
Deskripsi
          Walt Disney Concert Hall adalah ruang keempat dari Los Angeles Music Center dan dirancang oleh Frank Gehry. Gedung megah ini terletak di 111 South Grand Avenue, Los Angeles, California, Amerika Serikat.
          Gedung ini selain arsitekturnya yang sangat unik, juga dikenal sebagai gedung opera dengan akustik terbaik di dunia. Pembangunannya dimulai 1987 dan membutuhkan waktu 16 tahun untuk selesai. Bangunan yang begitu megah ini merupakan sebuah kontribusi di bidang seni yang digagas oleh Lilian Disney. Pada tahun 1987, Lilian Disney, istri dari Walt Disney ingin membangun sebuah pusat kesenian untuk masyarakat kota Los Angeles dan penghormatan kepada Walt Disney.
Namun, impian dari Lilian Disney baru terwujud di tahun 2003. Walt Disney Concert Hall adalah bangunan dengan desain arsitektur kontemporer yang memiliki bentuk lekuk-lekuk khas yang mengingatkan pada wallpaper windows 7 (EMP Museum) yang juga merupakan karya dari Frank Gehry. Bangunan ini didirikan dari rangka baja sebagai struktur utama yang dilapisi oleh lembaran baja.

7. Museum Louvre
 













Nama      : Museum Louvre
Artist      : Pierre Lescot, Louis Le Vau, Claude Perrault
Tahun     : 1793
Letak      : Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Prancis.
Jenis       : Museum seni, museum desain/tekstil, situs bersejarah
Media     : Properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Prancis.
Deskripsi
             Museum Louvre (bahasa Prancis:Musée du Louvre; bahasa Inggris: the Louvre Museum) adalah salah satu museum seni terbesar yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Prancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.
Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang. Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan.[5] Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. Selama Revolusi Prancis, Majelis Nasional Prancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.
Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Prancis. Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801. Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Prancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi. Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Prancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial: Koleksi Mesir kuno, benda purbakala dari Timur Dekat, Yunani, Etruskan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar. 

  Bagaimana? Sangat menarik, bukan? Dunia seni rupa yang ternyata sangat amat luas dan mempunyai banyak keindahan untuk dinikmati, bentuknya yang beragam membuatnya semakin indah, coraknya yang berwarna, rasanya sangatlah sayang untuk dilewatkan! Setelah kalian membaca informasi diatas apakah kalian tertarik untuk mengunjungi pameran seni rupa? Sekian informasi yang saya jabarkan kali ini, sampai jumpa dilain waktu!

Komentar

Posting Komentar